Jun 10 2008
Emut-emut Permen Narkoba, 5 Murid TK Teler
JAKARTA, SELASA - Lima murid Taman Kanak-kanak (TK) Sekar Bangsa, Yayasan Panti Nugraha, Pondoklabu, Cilandak, Jakarta Selatan, teler setelah mengemut permen, Senin (9/6) pagi. Permen yang diemut kelima anak TK itu bermerek Happy V.
Pihak sekolah segera membawa kelima anak itu ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Karena kondisi anak itu mengkhawatirkan, pihak sekolah memutuskan untuk memindahkannya ke Rumah Sakit Umum Pusat Fatrnawati. Permen itu diduga mengandung narkoba. Bahkan dokter di RS Fatmawati menengarai permen itu sejenis pil koplo yang lazim digunakan sebagai penenang.
Kelima anak TK itu adalah Rida (6); beralamat di Jalan Tridarma 12, Cilandak Barat; Andre Faleria (6)-bersama orang tuanya, tinggal di Jalan Kaiman Jaya 2, RT 02/04, Cilandak Barat; Noval (6), beralamat di Jalan Pinang; Rushi Ilalang (6), tinggal di Jalan Kahfi 1/ 10, Ciganjur; dan Ardian (6).
Dari lima murid yang diduga keracunan permen “narkoba” tadi, dua di antaranya harus dibantu dengan infus. Sampai kemarirr siang, Andre Falerin tampak paling parah. Anak yang di sekolah dikenal doyan makan ini kemarin meminta lima permen yang dikira cokelat itu.
Kapolsektro Cilandak Kompol Makmur Simbolon memastikan pihaknya sedang melakukan penyelidikan. Sisa permen yang masih dikemas dalam bungkus kertas timah disita polisi. Tim narkoba dari Polsektro Cilandak kemarin juga datang ke sekolah clan ke RSUP Fatmawati. Polisi belum memastikan permen yang bermasalah itu memiliki kandungan narkoba atau tidak.
Pihak TK Sekar Bangsa yang dipimpin Ny Ati tampak sibuk mengurus anak-anak didiknya. Karena peristiwa itu terjadi di sekolah, maka pihak TK Sekar Bangsa menyatakan akan bertanggung jawab. Para guru mendampingi para korban sejak anak-anak itu ditemukan sedang mabuk sampai ke rumah sakit.
Salah seorang guru, Yana, menyatakan. dia melihat anak-anak yang mengemui permen itu berjalan sempoyongan. Bahkan ada murid yang sampai berkali-kali menabrak pintu. Para guru segera bertindak menyelamatkan siswanya.
Menurut keterangan, permen bermasalah itu dibawa murid bernama Rida, Rida memang dibekali dari rumah oleh Sri (27), ibunya. Ibu rumah tangga itu mendapatkan barang tersebut dari suaminya yang baru pulang dari luar kota. Sejurnlah oleh-oleh di antaranya permen tersebut juga diberikan kepada Rida, anaknya, untuk dibawa ke sekolah. Sri semula mengira permen bermasalah itu adalah cokelat.
Saat istirahat di sekolah. Rida mengeluarkan bekal dari ibunya dan menawari kawan-kawannya. Lima anak TK itu lalu ramai-rainai menikmati “cokelat” oleh-oleh dari luar kota tadi. Satu anak rata-rata menghabiskan dua atau tiga bungkus kecil. Sedangkan Andre menghabiskan lima bungkus sampai akhirnya kepalanya pusing dan berjalan terhuyung-huyung.
Murid-murid TK itu mengemut permen sekitar puku1 09.30. Setengah jam kemudian, permen dengan bungkus kertas timah berbahasa Jepang itu sudah bereaksi. Di bungkus luar ada tulisan “Uagie” merek “Happy V”.
Polsektro Cilandak, Jakarta Selatan masih melakukan pengusutan kasusnya dengan memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan. (Warta Kota/yos)
Comments Off
